Isu yang saya angkat adalah mengenai dugaan kebocoran data dari data aplikasi My Pertamina pada tahun 2022. Pada waktu itu sempat beredar unggahan di media sosial bahwa Bjorka (nama dari seorang hacker) membocorkan 44 juta data My pertamina. Data yang dibocorkan meliputi nama, email, NIK, NPWP, nomor telepon, alamat, jenis kelamin, dan penghasilan.
Dugaan tersebut direspon pertamina dengan serius. Pertamina bersama dengan telkom melakukan investigasi bersama untuk memastikan keamanan data informasi dari aplikasi My Pertamina. Selain itu, pertamina juga mengecek melalui divisi cyber security nya dan menunggu validasi lebih lanjut.
Dari bocornya data my pertamina ini tentunya konsumen sangat dirugikan karena data diri mereka yang seharusnya adalah data privasi yang tidak boleh disebarluaskan, kini tersebar luaskan. Selain itu, apabila data tersebut digunakan untuk hal yang buruk tentunya akan lebih merugikan dari konsumen sendiri. Selain itu, bukan hanya konsumen saja yang terkena dampak dari bocor nya data ini, pemangku jabatan dan karyawan pertamina (internal dari pertamina) juga terkena imbas nya, bisa jadi nanti internal pertamina memiliki tugas lebih dalam mengembalikan citra dari pertamina yang rusak akibat dari peristiwa ini.
Isu yang saya akan terkait kebocoran data ini menurut saya terjadi karena kelalaian dari pihak pertamina sendiri khususnya divisi yang memiliki tugas dalam menjaga keamanan data. Kelalaian tersebut termasuk dalam pelanggaran dari prinsip etika itu sendiri lebih spesifiknya dalam hal tanggung jawab. Pertamina seharusnya bertanggung jawab terhadap data dari user, karena user telah mempercayakan data pribadi nya kepada mereka. Setelah peristiwa kebocoran ini terjadi tentunya yang paling di rugikan sendiri adalah user sebagai pemilik data dan juga perusahaan pertamina sebagai pemilik dari aplikasi My Pertamina itu sendiri yang mungkin bisa kehilangan kepercayaan dari user.
Untuk prinsip etika bisnis yang relevan dalam kasus ini adalah prinsip tanggung jawab. Dalam kasus ini tanggung jawab tersebut mengarah ke bagaimana seharusnya data itu dijaga dengan baik dan tidak terjadi kebocoran atau pun hal lainnya yang mengancam keamanan data dari user.
Pertamina memang telah melanggar dari prinsip tanggung jawab dalam konteks diatas, namun pertamina disini tidak tinggal diam, pertamina disini mencoba untuk bertanggungjawab terhadap permasalahan yang timbul dari kelalaian mereka. Mereka bertanggungjawab dalam menginvestigasi kebenaran dari bocornya data pengguna dan juga memastikan bahwasannya tidak akan terjadi isu kebocoran data lagi untuk kedepannya dalam aplikasi My Pertamina.
Apabila isu dari kebocoran ini tervalidasi dan benar benar terjadi dalam aplikasi My Pertamina. tentunya user akan ragu untuk menginstal aplikasi My Pertamina dan menggunakannya dalam bertransaksi, user akan lebih memilih bertransaksi secara konvensional tanpa melalui aplikasi My Pertamina yang memiliki kerentanan dalam hal kemanan data. Apabila kedepannya isu kebocoran data ini terulang kembali dalam aplikasi My Pertamina, sebagai User tentunya akan sepenuhnya kehilangan kepercayaan terhadap aplikasi My Pertamina sehingga kemungkinan besar My Pertamina tidak akan efektif lagi dan tidak akan mendatangkan profit bagi pertamina, hal tersebut mengakibatkan transaksi pembelian BBM kembali dilakukan secara konvensional sepenuhnya.
Tindakan yang diambil pertamina memang sudah tepat yang mana mereka menginvestigasi kembali terkait dengan kebocoran data tersebut dan memastikan bahwa kedepannya tidak akan ada kebocoran data lagi pada aplikasi My Pertamina. Akan tetapi, hal tersebut tidak akan bisa mengembalikan kembali data user yang diduga bocor tersebut dan tentunya user akan tetap memiliki rasa kewaspadaan yang lebih terkait segala hal yang menyangkut data pribadi dari user di aplikasi My Pertamina.
Rekomendasi terkait pencegahan terulangnya masalah kebocoran data dari aplikasi My Pertamina sendiri bisa dimulai melalui penyaringan sumberdaya manusia yang kompeten untuk menjaga kemanan data privasi yang hal ini masuk ke dalam ranah dari Cyber Security, setelah sumberdaya terpenuhi dan mumpuni tentunya setiap orang yang terlibat harus dibekali dengan pelatihan mengenai etika profesi, dan profesionalitas kerja. selain itu juga diperlukan suatu pelatihan yang dapat meningkatkan skill dari pihak yang bertanggung jawab terkait dengan keamanan data pengguna ini.
Selain dari apa yang telah saya sebutkan diatas tentunya dari pihak pertamina harus memiliki persiapan terkait dengan ancaman yang akan datang di masa depan. Maka dari itu, selain sumberdaya mumpuni dan pelatihan yang harus dilakukan, tentunya pertamina disini harus lebih menganalisis ancaman yang mungkin terjadi untuk kedepannya khususnya terkait permasalahan tentang keamanan data di aplikasi My Pertamina ini agar nantinya pertamina memiliki persiapan yang matang untuk mencegah hal hal buruk yang bisa jadi datang.
Rate This Article
Terimakasih sudah membaca: Etika Bisnis

